Hay.. orang hebat.. semua orang pasti menginginkan hidup bahagia. Namun bagaimana untuk menjadi bahagia ? semua orang ingin bahagia ... nih beberapa poin yang perlu untuk
a) Mencegah
orang yang sehat tidak terkena ganguan jiwa
Sebagai mana di
ketahui orang yang sehat secara mental adalah orang yang mampu menerima diri
nya, nyama malakukan hubungan dengan orang lain dan juga mampu memenuhi tuntutan
hidup yang baik. orang yang sehat tidak terkena ganguan jiwa
maka dimulai dari diri sendiri yaitu mampu menerima dirinya, menilai diri
secara positif yaitu dengan menenukan kepuasan dalam hidup, membina hubungan
yang erat dan sehat, menetapkan tujuan dan mencapainya, menghadapi maju
mundurnya kehidupan,mempunyai keyakinan untuk menyelesaikan masalah yang
dihadapi dan menilai diri secara realistis, tidak berlebihan dan tidak
merendahkan. beberapa bentuk penilaiaan diri adalah sebagai berikut
- Seseorang hendaknya jujur terhadap diri sendiri.
- Berupaya untuk dapat mengenali diri sendiri dan belajar menerima semua kekurangan dan kelebihannya.
- Bersedia memperbaiki diri sendiri untuk mengatasi kekuranganya.
- Mentapkan tujua hidup dan berusaha mencapai dengan tidak membandingkan diri dengan orang lain .
- Selalu berusaha untuk mencapai yang terbaaik sesuai dengan kemampuan tetapi tidak memaksakan diri.
- Membuka diri dengan orang lain sehingga dapat mencintai dan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain
- Memberikan penghargaan pada oran lain atas apa yang di lakukan.
- Menetapkan tujuan hidup yang realistis dan merancang masa depan dengan baik.
- Mampu untuk mengambil tanggung jawab dan berani mengambil keputusan.
1b) Menjaga
pola hidup sehat dan teratur
Untuk
menjadika jiwa kita sehat agar tidak terkena ganguan jiwa, di perlukan usaha dan
waktu untuk mengembangkan dan membinanya. Pembinaan dimulai sejak kecil hingga
dewasa sesuai dengan tahapan perkembangan dan juga lingkunga terutama
lingkungan keluarga sangat penting dalam membina jiwa yang sehat
c) Mencegah upaya ganguan jiwa yang dialami pasien tidak parah
c) Mencegah upaya ganguan jiwa yang dialami pasien tidak parah
Penanganan yang dapat di berika
pda orang yang menderita ganguan jiwa agar tidak semakin parah di antaranya
adalah:
1.Psikofarmakologi
Penderita gangguan jiwa diberikan terapi obat-obatan yang akan ditujukan pada gangguan fungsi neuro-transmitter sehingga gejala-gejala klinis tadi dapat dihilangkan. Terapi obat diberikan dalam jangka waktu relatif lama, berbulan bahkan bertahun.
2.Psikoterapi
Memberikan terapi kejiwaan sehingga penderita dapat kembali untuk meniali realitas dan kembali sehat. Pemberian terapi dapat berupa pemberian motivasi, semangat agar tetap semangat dalam menjalani hidup. Banyak jenis psikoterai yang dapat di berikan mulai dari psikoterpi Re-edukatif, psikoterapi rekontruksi, psikoterapi kognitif dan psikoterapi perilaku.
3.Terapi psikososial
Terapi psikososial di berikan
agar penderita mampu kembali beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan mampu
merawat diri, mampu mandiri tidak tergantung pada orang lain sehingga tidak
menjadi beban keluarga.
4.Pendekatan Agama
Terapi keagamaan ini berupa
kegiatan ritual keagamaan seperti sembahyang, berdoa, mamanjatkan puji-pujian
kepada Tuhan, ceramah keagamaan, kajian kitab suci. dengan mendekatkan diri
pada pencipta dapat mengembalikan ke fitrah sebenaranya dan juga lebih tangguh
dalam menjalani
5. Rehabilitasi
Rehabilitasi penderita ganguan
jiwa akan mendaptkan panangan yang lebih intensif. Dalam proses rehabiliasi
banyak kegiatan-kegiatan yang dapat membebaskan penderita dari stress dan dapat
membantu agar dapat mengerti jelas sebab dari kesukaran dan membantu
terbentuknya mekanisme pembelaan yang lebih baik dan dapat diterima oleh
keluarga dan masyarakat, menjalankan ibadah keagamaan bersama, kegiatan
kesenian, terapi fisik berupa olah raga, keterampilan, berbagai macam kursus,
bercocok tanam,).
6. Menerapkan pola hidup sehat.
6. Menerapkan pola hidup sehat.
Munculnya waham biasanya terkait
dengan adanya stress atau tekanan hidup. Menerapkan pola hidup sehat dan
menjauhi stress akan dapat memperlemah dan mengurangi munculnya waham. Beberapa
pola hidup sehat yang perlu diterapkan:
a. Cukup tidur.
Kurang tidur dapat menjadi pemicu
utama dalam munculnya atau berkembangnya waham. Cobalah untuk memprioritaskan
terbentuknya pola tidur yang teratur. Bersantai dengan mandi air hangat atau
membaca buku yang bagus sebelum tidur dapat membantu penderita untuk tidur
dengan mudah. Lakukan cukup olah raga di siang hari karena fisik yang lelah
akan dapat membantu penderita untuk lebih mudah tidur..
b. Hindari obat-obat terlarang
dan minuman keras.
Ada kaitan yang jelas antara obat
(narkoba) dan alkohol dengan munculnya waham. Menghentikan atau mengurangi
penggunaan alkohol/ obat obat terlarang akan membantu penderita untuk lebih
bisa mengendalikan pikirannya, dan membuatnya lebih mudah untuk merasionalisasi
perasaannya.
c. Menjernihkan pikiran
Jika munculnya waham dipicu oleh
kecemasan, stres dan khawatir, maka penderita mungkin bisa menerapka teknik
relaksasi atau banyak berdzikir agar dapat membantunya menenangkan perasaan dan
menghentikan kecemasan tersebut.
d. Bergaul
dengan masyarakat
Bergaul
dengan masyarakat, khususnya masyarakat yang mau menerima para penderita
gangguan jiwa apa adanya, akan sangat membantu pemulihan jiwa secara keseluruhan.
Dengan merasa menjadi anggota masyarakat, maka sedikit demi sedikit akan tumbuh
kepercayaan diri dan dorongan untuk semakin meningkatkan kesehatan jiwanya.
D)
Mencegah pasien yang sembuh tidak
terkena ganguan jiwa lagi
Menurut bahwa
untuk memberikan pemulihan kapada pederita ganguan jiwa adalah dengan
- Penderita hendaknya di arahkan agar presepsi terhadap diri sendiri yang sebelumnya mengarah kepada kesedihan yang biasanya dia rasakan sendiri atau pada pikiran sendiri ,sehingga menarik diri sendiri, diarahakan bahwa ke arah yang lebih baik, kemudian di arahkan bahwa ada orang yang dapat mendegarkan kesedihan yang dia alami agar ia tidak merasa sendiri.
- Dukungan pribadi dari orang-orang terdekat seperti ayah, suami atau anak-anaknya terutama dalam melakukan aktivitasnya, pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan juga mengontrol kesehatanya
- Dukungan dari orang lain dan penerimaan dari orang lain di luar keluarga seperti tetangga dan masyaraka yang ada di sekitar contohnya di libatkan dalam kegiatan sosial. N yang mendorong aktivitas motorik sehingga pikiran menjadi sibuk terhadao hal yang bermanfaat dan hasilnya di berikan penghargaan sehingga membuat dirinya merasa dihargai atau bermanfaat bagi orang lain
- Diberikan okupulasi yaitu kesibukan atau kegiatan sehingga tidak sering melamun dan merasa bahwa dia dapat bermanfaat bagi orang lain
e)
Bagaimana cara agar masyarakat dapat
meneriama manta penderita ganguan jiwa
Saat ini pradigma masyarakat terhadap penderita ganguan jiwa masih sangat dangkal, sebagian masyarakat beranggapan bahawa masyarakat yang terkena ganguan jiwa karena ada roh jahat yang masuk ke dalam tubuhnya. Untuk itu sangat perlu untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat tetang gangguan jiwa, dari sosialisasi masyarakat dapat tahu bahwa orang yang mengalami ganguan jiwa itu seperti ini dan bagaiamana cara penyembuhanya salah satunya adalah masyarakat dapat menerima manta menderita ganguan jiwa sehingaa masyarakat tahu dan memahami bahwa mereka juga memiliki konstribusi yang penting dalam menyembuhkan orang terkena atau mantan penderita ganguan jiwa. Dengan demikian presepsi masyarakat akan lebih terbuka untuk dapat menerima mantan penderita ganguan jiwa. Selama ini masyarakat mengagap mantan penderita ganguan menat itu berbahaya dan lain sebagainya karena kurangnya pengetahuan mengenai ganguan mental. Kedepanya masyarakat diharapkan dapatberfikiralebih positif bahwa mantan penderita ganguan jiwa adalah manusia yang dapat bersosialisasi sama dengan masyarakat normal lainya. Masyarakat juga di berikan pengetahuan bahwa cara bersosilisasi dapat dengan membungan komunikasi dengan baik, kemudian memberikan kepercayaan kemudian memberikan apresiasi atas apa yang di lakukan sehingga ada manta penderita ganguan jiwa merasa dirinya diterima dan masyarakat juga lebih merasa aman karena menjadi percaya bahwa manta penderita ganguan jiwa tidak berbahaya.
Saat ini pradigma masyarakat terhadap penderita ganguan jiwa masih sangat dangkal, sebagian masyarakat beranggapan bahawa masyarakat yang terkena ganguan jiwa karena ada roh jahat yang masuk ke dalam tubuhnya. Untuk itu sangat perlu untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat tetang gangguan jiwa, dari sosialisasi masyarakat dapat tahu bahwa orang yang mengalami ganguan jiwa itu seperti ini dan bagaiamana cara penyembuhanya salah satunya adalah masyarakat dapat menerima manta menderita ganguan jiwa sehingaa masyarakat tahu dan memahami bahwa mereka juga memiliki konstribusi yang penting dalam menyembuhkan orang terkena atau mantan penderita ganguan jiwa. Dengan demikian presepsi masyarakat akan lebih terbuka untuk dapat menerima mantan penderita ganguan jiwa. Selama ini masyarakat mengagap mantan penderita ganguan menat itu berbahaya dan lain sebagainya karena kurangnya pengetahuan mengenai ganguan mental. Kedepanya masyarakat diharapkan dapatberfikiralebih positif bahwa mantan penderita ganguan jiwa adalah manusia yang dapat bersosialisasi sama dengan masyarakat normal lainya. Masyarakat juga di berikan pengetahuan bahwa cara bersosilisasi dapat dengan membungan komunikasi dengan baik, kemudian memberikan kepercayaan kemudian memberikan apresiasi atas apa yang di lakukan sehingga ada manta penderita ganguan jiwa merasa dirinya diterima dan masyarakat juga lebih merasa aman karena menjadi percaya bahwa manta penderita ganguan jiwa tidak berbahaya.

Komentar
Posting Komentar