Pada teori-teori ekonomi neo-klasik berpandangan
bahwa manusia adalah mahluk yang rasional yaitu dalam tindakan-tindakan yang
dilakukan adalah untuk mendapatkan keuntungan dan manfaat yang sebesar-besarnya
(utility). Pada teori ini manusia
ekonomi dinggap sebagai orang yang tidak mengalami kebingungan dalam menetukan
sebuah pilihan artinya orang tersebut mampu untuk mengolah informasi yang masuk
sehingga tetap dapat mampu untuk mengambil keputusan didasarkan pada utility yaitu mampu mempertimbangkan
keuntungan dan kerugian dari setiap keputusan yang diambil. Jadi pada teori ini
menekankan pada rasionalitas yang didorong oleh murni kepentingan pribadi dan
memiliki kendali sepenuhnnya pada tindakan yang dilakukannya (Hidayat, 2015
).
Ketika berbicara
mengenai ekonomi maka tidak terlepas dari konsumen dan produsen sehingga memberikan pandangan yang senada
dimana permintaan konsumen terhadap suatu barang berdasakan pada kegunaan (utility) dan juga kepuasan (satisfaction) yang dapat diperoleh dari barang tersebut
didasarkan pada harga yang dibayarkan. Sehingga diartikan bahwa konsumen atau
pembeli akan bersedia untuk membeli sejumlah barang pada jumlah yang besar
dengan tingkat harga yang lebih kecil. Tidak jauh berbeda dengan konsumen
produsen dianggap bertindak secara rasional ketika dapat mengambil banyak
kegunaan sebanyak mungkin dari sumber daya yang digunakan untuk membuat barang.
Untuk dapat meningkatkan jumlah produksi maka harus meningkatkan biaya
produksi sehingga produsen yang rasional
akan mengupayakan agar biaya yang dikeluarkan untuk meningkatkan produksi akan
sama atau lebih penghasilan atau penerimaan yang akan di dapatkan.
Namun teori
ekonomi tersebut tidak serta merta dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku
ekonomi, perlu adanya integrasi antara ilmu ekonomi dan psikologi terutama pada
psikologi kognitif beberapa poin yang dimaksudkan(Wimbarta & Chizanah, 2009; Hidayat, 2015) adalah
- Freming effect menujukkan bahwa cara penyajian pilihan akan mempengaruhi keputusan individu hal ini dibuktikan dengan langkah bisnis yang didasarkan pada psikologi dalam pengambilan keputusan ekonomi yaitu lobby yang dilakukan oleh consumer banking di kongres Amerika yang hendak penerapkan pajak pada debitor yang menggunakan kartu kredit. Pada awalnya akan diberika nama credit surcharge namun diganti menjadi cash discountcash discount yang menujukkan seolah-olah mereka yang membayara tunai akan mendapatkan potongan (namun sebenarnya pemakai kartu kredit tetap membayar pajak dan pembayar tunai tidak mendapatkan discount), kemudian metode ini berhasil dan tentu saja tidak sesuai dengan prinsip ilmu ekonomi yang menyatakan tidak ada perbedaan sikap opportunity cost dan biaya yang sebenarnya.
2. Fenomena terlanjur basah banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari baik
individu, pemerintahan dan perusahaan. Sebagai contoh ketika perusahaan telah
menginvestasikan banyak uang untuk suatu proyek namun ditemukan bahwa sangat
kecil kemungkinan untuk mendapatkan apa yang dicari namun karena “terlanjur basah” maka perusahaan akan
melanjutkan walau investasi yang diberikan akan semakin banyak dibadingkan
ketika ia berhenti melanjutkan proyek tersebut.
3. Anomalia di pasar , dimana pada prinsip ekonomi mengatakan bahwa
peanggaran atas asas rasionalitas oleh individu akan berpengaruh pada.
4. Perubahan dari homo oeconomicus menjadi
homo sapiens dimana dari manusia
rasionalitas menjadi manusia memiliki rasionlaitas semu. Sebagai mana diketahui
bahwa mereka berusaha untuk hidup secara rasional namun tetap membuat
kesalahan-kesalahan dalam mengambil keputusan yang rasional.
5. Mental Acconting yaitu serangkaiaan oprasi kognitif yang terjadi pada
individu untuk dapat mengolah dan mencatat aktivitas keuanganya.
Refrensi
Knoll,
M. A. (2010). Role of Behavioral Economics and Behavioral Decision Making in
Americans' Retirement Savings Decisions, The. Soc. Sec. Bull., 70,
1.
Hidayat,
R. (2015). RASIONALITAS SEMU DAN ANOMALI DALAM 1 PERILAKU EKONOMI. Buletin
Psikologi, 11(1).
Wimbarta,
S & Chizanah, L. (2009). Perkembangan Psikologi Masa Kini. Fakultasi
Psikologi : Universitas gajah mada.
Komentar
Posting Komentar